Liburan Natal dan Tahun Baru bersama Angkatan Komodo

Ide untuk liburan dan kumpul-kumpul bareng sama teman-teman Lawalata IPB angkatan Komodo ini datang secara tiba-tiba ketika kami menghadiri acara pernikahan dua orang saudara kami yaitu M Muslich/-233 dan Agustina Widi Palupi Ningrum/L-238 di Cilacap, Jawa Tegah..

Rencana awal perjalanan menuju Cilacap adalah tanggal 27 Desember 2008. Pagi harinya. Tapi karena saudara kita Agus Findriawan sudah punya niat kuat pengen hadir juga diacara tersebut dan sudah pesan tiket Medan-Jakarta pada sore hari tanggal 27 Desember. Maka terpaksalah kami menunggu beliau di Bandung untuk berangkat bareng menuju Cilacap. Alhasil, kami baru meluncur menuju Cilacap pukul 01 dini hari dari Bandung dan tiba di Cilacap pukul sekitar 06 pagi. Dan saya menjadi tumbal untuk menjadi sopir mereka non stop.

Karena beliau ini sudah berani bela-belain datang dari jauh untuk berkumpul, maka tidak alasan bagi kami untuk tidak menunggu beliau. Sudah cukup lama juga tidak bertemu dengan teman satu ini. Mungkin hampir lima tahun. Agus Findriawan mungkin adalah satu-satunya anggota Lawalata IPB yang mempunyai gelar Sarjana Hukum (SH). Karena setelah menyelesaikan MPCA dan selesai SLA ke TN Komodo dia langsung pindah ke Jambi untuk mengambil Fakultas Hukum di Universitas Jambi. Di Bogor beliau sempat kuliah Jurusan KSH, Fahutan IPB. Entah alasan apa dia pindah kuliah. Kami sempat bertanya, “Knapa pindah Gus, tidak siap masuk hutan kah?”. Dengan enteng dia menjawab, “Gw ngga mau ada -ut- nya dibelakang”.

Uniknya si Agus ini setelah menyelesaikan MPCA tidak sempat mengikuti pelantikan Anggota Muda. Beliau sudah keburu mengikuti proses perkuliahan di Jambi. Akhirnya, setahun kemudian ketika akan mengadakan pelantikan satu angkatan dibawah kami, klo tidak salah angkatan Gunung Palung kami meminta beliau untuk datang ke Bogor dan mengikuti pelantikan AM bersama dengan angkatan gunung palung. Karena kami menganggap dia juga berhak untuk menggantikan syal warna hijau muda (warna syal MPCA angkatan Komodo waktu itu) menjadi warna kuning gading. Agus dengan tekad dan niatnya yang sangat kuat untuk menjadi anggota Lawalata IPB datang ke Bogor untuk mengikuti proses pelantikan AM. Semua kebutuhan dia untuk kelapangan (Carrier, sleeping bag, matras dan sebagainya) kami siapkan di Bogor. Yang penting dia tiba di Bogor sebelum proses pelantikan. Tapi setelah proses pelantikan dia sempat marah-marah karena kami yang sudah AM ikut menjahili dia ketika akan dilantik AM di Pantai Cibangban, Sukabumi.

Karena merasa tidak puas cuma bisa berkumpul satu hari. Akhirnya Agus mencoba melobby (memaksa lebih tepatnya) sang manager di Jambi untuk tidak masuk kerja pada tanggal 30 Desember 2008 dengan alasan sakit (alasan klasik banget ya). Beliau merasa belum puas untuk kumpul-kumpul dan ngariung bareng teman-teman Lawalata IPB. Lagi-lagi karena niatnya yang sangat kuat dan sangat besar untuk berkumpul. Terpaksa kami layani dan buat agenda. Telpon dan sms semua teman-teman angkatan Komodo untuk datang ke Bogor dan bertemu.

Dari 19 orang total Angkatan Komodo, kami bisa mengumpulkan 12 orang untuk datang dan bertemu. Karena kebetulan mereka masih berada diseputaran Bogor dan Jakarta. 2 orang (Muslich dan Widi) masih dalam masa cuti di Cilacap dan Tegal. 5 orang lainnya tidak bisa hadir, karena ada yang berada di Medan, Palu, 2 orang di Banten dan satu lagi tidak terlacak. Untuk yang di Palu (Gian Gerdian/L-251) , di Tegal (Muslich dan Widi) dan di Medan (Reinhart/L- 247) cuma bisa teleconference.. Dari jauh mereka hanya bisa bilang kangen untuk bertemu dan kumpul bareng. Semoga nanti bisa lengkap ketemunya kawan.

Pertemuan di Bogor cukup seru dan rame. Selalu bersama-sama selama lima hari. Gekko Studio di Yasmin V menjadi basecamp alias tempat penginapan. Mulai dari muter-muter Bogor nyari tempat makan, berkunjung ke PKM Darmaga, berkunjung ke rumah salah satu teman yang MPCA gagal, buat Face Book dan update mailist Lawalata, malam tahun baruan hingga bakar-bakar ikan plus pete di Kebun Teh Rosela Organik miliknya Arto/L-243 dan Vina/L-246 di Darmaga. Berkunjung ke kebunnya Arto dan Vina tak luput mereka mempromosikan produk mereka dan konsultasi mengenai hama penyakit yang menimpa tanaman mereka. Karena kebetulan juga si Cacing (Meidy. maaf nih angkatan saya juga ada namanya Cacing) dulu kuliahnya di HPT.

Selain kumpul-kumpul untuk mengenang masa lalu kita juga sharing mengenai perkembangan mailist Lawalata IPB dan juga mengenai pekerjaan masing-masing. Tak terasa sudah beberapa tahun berlalu, sekarang sudah mulai sibuk dengan perkerjaannya masing-masing. Ada yang bekerja di NGO, Perbankan, petani organik, perusahaan swasta, peneliti di laboratorium, freelance hingga ke Birokrat. Semoga beberapa tahun ke depan generasi-generasi muda Lawalata IPB ini bisa melanjutkan perjuangan-perjuang an yang sudah dilakukan oleh senior L IPB yang sudah sepuh. Bagaimanapun estafet perjuangan ini harus tetap dilanjutkan dari generasi ke generasi.

Tapi kami masih cukup prihatin nih dengan satu teman kita Betta Wahyu Sumbono/L-242 sampai sekarang masih belum lulus juga. Kemaren pas ketemu beliau ini sempat bilang skripsinya sudah selesai, tinggal tunggu koreksi dari sang dosen pembimbing. Bet, ingat kami selalu memantau perkembangan dirimu. Harus lulus pokoknya. Lu kan akan menjadi Bupati Temenggung :p

ADA YANG BERBEDA DARI LAWALATA IPB

Dari pertemuan hampir seminggu bareng anak-anak Komodo. Bagi saya ada yang berbeda dari Lawalata IPB.
Pertemanan dan persaudaraan yang sangat erat yang tidak bisa dilupakan. Memang tidak sia-sia mengikuti masa-masa pembinaan yang lamanya selama satu tahun. Ketika saya telpon satu persatu teman-teman yang yang berada di Bogor dan Jakarta untuk bertemu mereka langsung menjawab dengan antusias “kapan dan dimana?. Saya akan kesana”. Tidak ada jawaban yang males-malesan dan mengeluarkan 1001 macam alasan untuk tidak hadir. Walaupun mereka masih ada kerjaan dan kesibukan seperti Joko dan Ela, tapi mereka masih bisa mengatur waktu dan menyempatkan diri untuk hadir.

Saya tidak menemukan teman-teman seperti ini selain di Lawalata IPB. Hubungan yang begitu dekat. Kepedulian yang sangat kuat. Mau berbagi dan dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Terbuka dan elegant.
Salut untuk Lawalata IPB.

Semoga Lawalata IPB dari sejak didirikan sampai yang akan datang akan tetap jawa… eh.. JAYA!!!

Salam,
Een Irawan Putra/L-241

NB: Special untuk Agus. Terima kasih atas semangat untuk kumpul-kumpul bareng angkatan Komodo dan Dinner terakhir di Hanamasa Bogor kemaren malam. Memfasilitasi kita semua makan sepuasnya disana. Sampai si Sandi puyeng liat makanan yang begitu banyak dan Vina yang kemakan bawang dan mencak-mencak. Sukses selalu untuk kerjaanmu. Semoga jadi pindah ke Jakarta dan bertemu kembali (Memfasilitasi lagi maksudnya hehehe…:).

Berikut saya lampirkan beberapa foto angkatan komodo dan pertemuan kemaren. Lengkapnya silahkan searching di Face Book..

Foto 18 orang sewaktu SLA di TN Komodo, 2003. Si Arif Brutus tidak ikut SLA ke Komodo.
Dari atas Kiri-Kanan: Gian Gerdian/L-251, Joko Suharto/L-245, Betta Wahyu Sumbono/L-242, Agus Findriawan, Meidyawati/L- 250, Hervina Wiranansyah/ L-246, Melly Nurmawati/L- 244, Sucie Ramadhanny/L- 248
Tengah: Walah Mutaqin/L-249, Wira Atmaja, Sandika Ariansyah/L- 239, Reinhart DMTS/L-247, Ela Nurmalasari, Agustina Widi Palupi Ningrum/L-238, Tri Agung Junarto/L-243
Bawah: Muhammad Muslich/L-233, Annas Radin Syarif/L-240, Een Irawan Putra/L-241

n593394569_1028886_6635

This entry was posted on Sunday, June 20th, 2010 at 11:43 am and is filed under IPB. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Post a Comment